Bandarlampung – Forum Silaturahim Da'i Standardisasi (FSDS) MUI Provinsi Lampung menggelar Halaqah Ke-5 pada Sabtu (6/6/2026) di PTIQI Lampung. Kegiatan yang dihadiri para Da'i Standardisasi MUI dari berbagai daerah di Lampung ini turut menghadirkan Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Lampung, Dr. KH. Rosyidi, dan KH. Habibul Muttaqin.
Halaqah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat ukhuwah. Selain menjadi ajang silaturahim antar da'i, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan komitmen dakwah, peningkatan kapasitas sumber daya da'i, serta perumusan berbagai program strategis untuk mendukung syiar Islam di Provinsi Lampung.
Ketua FSDS MUI Lampung, Ust. Sukirman, mengingatkan bahwa jalan dakwah senantiasa diwarnai dengan berbagai ujian dan tantangan. Oleh karena itu, para da'i dituntut untuk menjaga keikhlasan dan menjadikan dakwah sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, bukan semata-mata berorientasi pada kepentingan duniawi.
"Keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya jamaah yang hadir, tetapi juga dari sejauh mana dakwah mampu menjadi jalan hidayah bagi masyarakat. FSDS hadir sebagai sarana memperkuat silaturahim, kolaborasi, dan kebersamaan antar da'i di Lampung," ujar Sukirman, Sabtu (6/6/2026)
Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Lampung, Dr. KH. Rosyidi, menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan komitmen dalam menjalankan amanah dakwah. Beliau mengutip pandangan para ulama tentang tingkatan keikhlasan, yang puncaknya adalah beramal semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Rosyidi mengingatkan agar para da'i tetap istiqamah dalam menjalankan amanah yang telah disanggupi, tidak mudah tergoda oleh pertimbangan materi, serta terus menjaga persatuan umat di tengah berbagai perbedaan pandangan dan dinamika sosial yang berkembang.
"Para da'i dan ulama harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat dalam akhlak, sikap, dan pengabdiannya kepada umat," kata dia.
Selain sesi pembinaan dan pengarahan, halaqah juga diisi dengan forum musyawarah yang menghasilkan sejumlah usulan strategis untuk penguatan program dakwah FSDS MUI Lampung. Di antaranya penyelenggaraan daurah dan upgrading da'i dengan menghadirkan tokoh nasional, pelaksanaan daurah khatib, audiensi ke lembaga pemasyarakatan dan lembaga dakwah, penguatan publikasi dakwah melalui media sosial FSDS, serta kunjungan dakwah ke MUI kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Peserta juga mengusulkan peningkatan sinergi dengan berbagai organisasi dan lembaga dakwah, penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan keluarga da'i, serta penguatan pemahaman bahwa FSDS merupakan bagian dari para da'i yang berada dalam pembinaan Komisi Dakwah MUI sebagai upaya memperkuat koordinasi dan keberlangsungan program dakwah.
Di sela kegiatan, Ust. Agus Amriza, S.Pd.I., Gr., M.Pd., yang akrab disapa Ustadz Agus, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi para da'i yang terus berkhidmat dalam dakwah di Bumi Ruwa Jurai. Ustadz Agus merupakan salah satu Da'i Standardisasi MUI Pusat perwakilan Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Ketua Forum Da'i Muda Lampung Selatan (FDMLS).
Menurutnya, keberlangsungan Halaqah FSDS MUI Lampung menjadi bukti nyata semangat para da'i dalam menjaga ukhuwah, meningkatkan kapasitas diri, serta menguatkan komitmen dakwah di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
“Semangat kebersamaan, keikhlasan, dan pengabdian yang saya lihat dalam forum ini merupakan modal besar bagi kemajuan dakwah di Lampung. Semoga semangat ini terus tumbuh dan dapat menginspirasi para da'i muda untuk semakin aktif dalam melayani umat,” ujarnya.
Ia berharap semangat dakwah yang terbangun di lingkungan FSDS MUI Lampung dapat ditularkan kepada para da'i muda yang tergabung dalam Forum Da'i Muda Lampung Selatan (FDMLS), sehingga semakin banyak lahir kader-kader da'i yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat.
Melalui Halaqah Ke-5 ini, FSDS MUI Provinsi Lampung kembali meneguhkan komitmennya untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas para da'i, serta menghadirkan dakwah Islam yang menyejukkan, moderat, dan membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa. (rls)

