Morallampung – Warga Bandar Lampung yang merupakan tetangga anggota polisi korban penembakan, mendukung langkah tegas aparat kepolisian terhadap pelaku kejahatan jalanan dan begal yang meresahkan masyarakat.
Salah satu warga bernama A’an mengaku mengenal sosok almarhum anggota polisi tersebut sebagai pribadi yang ramah dan baik selama tinggal di lingkungan mereka.
“Orangnya baik, ramah. Banyak warga di sini bahkan tidak tahu kalau beliau polisi karena memang jarang memakai seragam,” kata A’an saat diwawancarai.
Menurut A’an, korban sudah tinggal di lingkungan tersebut sekitar lima tahun bersama istri dan dua anaknya. Korban juga dikenal sederhana dan sering berinteraksi dengan warga sekitar.
“Kalau lewat suka negur, nanya lagi apa. Orangnya memang ramah,” ujarnya.
A’an mengungkapkan terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan korban terjadi sekitar tiga hari sebelum insiden penembakan. Saat itu, korban baru pulang usai menjalankan tugas.
“Terakhir ketemu pagi hari, cuma tegur sapa biasa saja,” katanya.
Terkait penangkapan pelaku penembakan polisi tersebut, termasuk satu pelaku yang dilumpuhkan karena diduga mencoba melarikan diri, A’an menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas aparat.
Ia menilai aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya di Kota Bandar Lampung.
“Saya minta hukum ditegakkan benar-benar. Begal dan maling motor itu memang sangat meresahkan,” ujarnya.
Menurutnya, rasa aman masyarakat saat ini mulai berkurang, terutama ketika harus bepergian pada malam hari.
“Saya sendiri kalau pulang malam masih waspada terus di jalan. Sekarang keluar malam di atas jam 9 atau jam 10 itu rasa aman sudah berkurang,” katanya.
A’an berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli rutin demi menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di Bandar Lampung.
“Harapan saya polisi lebih banyak patroli seperti dulu. Semoga Bandar Lampung bisa aman kembali,” tandasnya. (*)

