• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Swasembada Pangan, Lampung Adalah Kunci

    Redaksi
    Last Updated 2026-05-26T11:48:07Z

     


    Morallampung - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah kunci dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.


    Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian, Tin Latifah, dalam rapat koordinasi peningkatan produksi pangan Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Selasa (26/5/2026).


    Menurut Tin Latifah, pemerintah pusat memberikan target lebih besar kepada Lampung karena dinilai memiliki kemampuan dan potensi besar menopang kebutuhan pangan nasional.


    “Lampung dipercaya menjadi pen-support utama, tulang punggung tercapainya swasembada pangan nasional,” katanya.


    Ia menjelaskan, capaian sektor pertanian Lampung terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.


    Pada 2024, produksi padi Lampung tercatat mencapai 2,7 juta ton gabah kering giling (GKG).


    Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 3,2 juta ton pada 2025 atau naik sekitar 16,5 persen dan menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah produksi padi di Lampung.


    Sementara untuk produksi beras, Lampung juga mengalami peningkatan bertahap.


    Pada 2023 produksi beras Lampung tercatat sekitar 1,5 juta ton, meningkat menjadi 1,6 juta ton pada 2024, dan diprediksi kembali naik menjadi 1,8 juta ton pada 2025.


    “Ini menunjukkan Lampung tetap mampu bertahan bahkan tumbuh di tengah kondisi nasional yang mengalami penurunan,” ujarnya.


    Tin Latifah mengatakan, berdasarkan evaluasi sementara Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Lampung periode Januari hingga Juni 2026 diperkirakan masih tumbuh positif sebesar 5,51 persen.


    Menurutnya, capaian tersebut menjadi hal positif di tengah sejumlah provinsi lain yang mengalami penurunan produksi pangan.


    “Sebagian besar provinsi lain ada yang merah atau mengalami defisit. Tapi Lampung tetap bertahan positif 5,51 persen. Ini luar biasa,” katanya.


    Selain produksi, luas tambah tanam padi di Lampung juga mengalami pertumbuhan positif.


    Berdasarkan evaluasi Oktober 2025 hingga April 2026, luas tanam padi Lampung tumbuh 5,42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


    Capaian itu menempatkan Lampung di posisi empat besar nasional untuk pertumbuhan luas tanam positif.


    Meski demikian, pemerintah pusat meminta seluruh daerah di Lampung tetap meningkatkan kinerja, terutama menghadapi musim tanam kedua pada Mei hingga September yang dinilai menjadi fase krusial dalam pencapaian target nasional.


    Pemerintah menargetkan capaian luas tanam pada Mei mencapai 80.005 hektare.


    Dalam evaluasi per kabupaten, Kabupaten Lampung Timur menjadi penyumbang defisit luas tanam terbesar dengan selisih 3.228 hektare.


    Kemudian disusul Way Kanan 1.129 hektare, Tulang Bawang Barat 785 hektare, dan Tanggamus 42 hektare.


    Untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan, pemerintah pusat menargetkan luas tanam di Lampung mencapai 850 ribu hingga 1 juta hektare pada 2026.


    Guna mendukung target tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,4 triliun untuk sektor pertanian Lampung.


    Anggaran itu mencakup berbagai program strategis seperti bantuan cetak sawah baru, rehabilitasi irigasi perpipaan, bantuan benih padi untuk 119 ribu hektare, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), bantuan jagung seluas 1.000 hektare, hingga pengembangan kedelai.


    Tin Latifah menegaskan seluruh bantuan tersebut harus diusulkan pemerintah daerah agar dapat disalurkan.


    “Bantuan tidak akan sampai kalau tidak diusulkan. Harus diusulkan, diverifikasi, divalidasi, baru kemudian disalurkan,” tegasnya. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    • Swasembada Pangan, Lampung Adalah Kunci

    Terkini