• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Cakupan Imunisasi 2021-2023 tak Optimal, Kasus Campak Melonjak

    Redaksi
    Last Updated 2026-04-02T16:37:38Z

     


    Morallampung — Kasus campak di Provinsi Lampung pada awal tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan, dengan total 591 kasus suspek yang tersebar di 15 kabupaten/kota hingga 30 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium rujukan nasional.


    Kasus positif campak itu tersebar di delapan daerah, yakni Lampung Selatan 15 kasus, Lampung Utara 10 kasus, Kota Metro 9 kasus, Pringsewu 8 kasus, Tanggamus 7 kasus, serta Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji masing-masing satu kasus. Sementara itu, tujuh kabupaten/kota lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen yang telah dikirim.


    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet atau percikan ludah, bahkan penularan dapat terjadi sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah gejala muncul.


    “Campak tidak mengenal usia. Meski saat ini didominasi anak-anak, orang dewasa juga berisiko tertular, bahkan tenaga medis,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).


    Ia menjelaskan, meningkatnya kasus campak saat ini diduga berkaitan dengan tidak optimalnya cakupan imunisasi pada periode 2021 hingga 2023 saat pandemi Covid-19, sehingga banyak anak tidak mendapatkan vaksinasi secara lengkap.


    Sebagai langkah penanggulangan, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan surat edaran serta menggencarkan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap. Imunisasi campak idealnya diberikan dalam tiga dosis, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau usia 6–7 tahun.


    Selain itu, pemerintah juga melibatkan lintas sektor, seperti pemerintah desa, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sektor pendidikan untuk membantu mendata dan mengarahkan anak-anak agar mendapatkan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.


    Irman memastikan ketersediaan vaksin campak di seluruh puskesmas masih aman untuk dua bulan ke depan. Pada April ini, pemerintah juga akan melaksanakan Pekan Imunisasi Dunia guna memperluas cakupan vaksinasi.


    Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan isolasi mandiri bagi penderita guna mencegah penularan lebih luas. Pemberian vitamin A juga dianjurkan sebagai bagian dari penanganan kasus.


    Dinas Kesehatan turut mengingatkan masyarakat agar tidak keliru membedakan campak dengan cacar. Campak ditandai dengan ruam kemerahan tanpa cairan, sedangkan cacar umumnya berupa bintik berisi cairan.


    Pemerintah berharap peran aktif orang tua dalam melengkapi imunisasi anak menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran campak di Provinsi Lampung. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    • Cakupan Imunisasi 2021-2023 tak Optimal, Kasus Campak Melonjak

    Terkini