• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pesan Tegas Gubernur di Groundbreaking: Drainase Buruk Bikin Jalan Cepat Rusak

    Redaksi
    Last Updated 2026-04-03T16:51:13Z

     



    Morallampung - Gubernur Lampung mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga infrastruktur jalan, khususnya drainase, agar kerusakan tidak semakin parah dan berulang. Ia menegaskan, jalan yang rusak berat umumnya baru bisa diperbaiki kembali dalam siklus panjang, bahkan hingga 15 tahun.


    Peringatan tersebut disampaikan langsung di hadapan Bupati, DPRD, camat, kepala desa, hingga masyarakat saat kegiatan groundbreaking pembangunan ruas jalan Kalirejo–Bangunrejo, Jumat (3/4/2026).


    Menurut gubernur, pembangunan jalan bukan hanya soal konstruksi, tetapi juga soal kesadaran kolektif dalam merawatnya. Ia mengingatkan bahwa pemerintah harus membagi anggaran pembangunan secara merata di seluruh wilayah Lampung, sehingga perbaikan jalan tidak bisa dilakukan setiap saat di lokasi yang sama.


    “Kalau jalan sudah rusak parah, biasanya baru bisa dibangun kembali setelah 15 tahun. Karena kita juga harus memperbaiki wilayah lain di Lampung. Maka menjaga drainase dan kesadaran tonase kendaraan menjadi tugas kita bersama,” ujarnya.


    Ia menekankan, ada tiga penyebab utama kerusakan jalan, yakni drainase yang tidak terawat hingga menyebabkan genangan air, kendaraan dengan muatan berlebih, serta kualitas pembangunan itu sendiri.


    Gubernur pun secara khusus menyoroti persoalan drainase yang kerap diabaikan. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, aktif menjaga saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.


    “Nah, drainase ini harus jadi tanggung jawab kita semua. Kalau ada pendangkalan atau rumput, mari kita jaga bersama. Jangan digali lalu tanahnya ditaruh di samping, nanti masuk lagi. Ini harus kita rawat bersama,” tegasnya.


    Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kendaraan bertonase tinggi yang melintas, karena beban berlebih dapat mempercepat kerusakan jalan, bahkan pada jalan yang baru diperbaiki sekalipun.


    Sejalan dengan upaya perbaikan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan prioritas di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026.


    Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan perbaikan ini merupakan bagian dari pembangunan poros jalan baru yang menghubungkan wilayah Pringsewu hingga Lampung Utara.


    “Ada lima ruas di Lampung Tengah dan tiga di antaranya kita perbaiki tahun ini. Untuk ruas Kalirejo–Bangunrejo, ini termasuk wilayah paling padat di Lampung Tengah setelah Punggur–Trimurjo,” kata Taufiqullah.


    Ia menjelaskan, tingkat lalu lintas harian rata-rata (LHR) di ruas Kalirejo–Bangunrejo mencapai lebih dari 5.000 kendaraan per hari. Tingginya mobilitas dipicu aktivitas ekonomi di tiga pasar utama, yakni Pasar Kalirejo, Pasar Bangunrejo, dan Pasar Poncowarno.


    “Di sini sangat ramai. Bahkan LHR-nya termasuk paling tinggi se-Provinsi Lampung,” ujarnya.


    Untuk tahun 2026, alokasi anggaran dibagi menjadi Rp60 miliar untuk ruas Bangunrejo–Kalirejo, Rp70 miliar untuk Kalirejo–Padangratu, dan Rp40 miliar untuk Padangratu–Pekurun Udik.


    Pembangunan jalan dilakukan menggunakan konstruksi rigid beton secara menyeluruh, mengingat tingginya aktivitas kendaraan berat di wilayah tersebut yang didominasi sektor pertanian dan tambang rakyat.


    “Daerah ini penghasil sawit, padi, dan jagung. Selain itu juga ada tambang pasir dan tanah untuk produksi genteng serta bata yang dipasarkan hingga ke Jakarta dan luar Lampung,” jelasnya.


    Pada ruas Kalirejo–Bangunrejo, panjang jalan mencapai 14 kilometer, namun pembangunan tahap awal difokuskan sepanjang 5,5 kilometer.


    “Seharusnya bisa selesai seluruhnya, tapi karena eskalasi harga, ada sekitar 700 meter yang belum bisa dibangun dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” kata dia.


    Dengan pembangunan ini, kondisi jalan mantap di Lampung Tengah yang saat ini berada di angka 89 persen ditargetkan meningkat menjadi 98 persen.


    Selain peningkatan kualitas jalan, proyek ini juga mencakup pelebaran jalan dari 4,5 meter menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri, serta pembangunan sistem drainase untuk mencegah banjir.


    “Semua sudah kita pikirkan, termasuk drainase. Air sudah kita arahkan, insyaallah tidak akan terjadi banjir lagi,” ujarnya.


    Taufiqullah juga menyinggung kondisi jalan sebelumnya yang sempat viral karena rusak parah hingga tergenang air.


    “Yang kemarin sempat viral sampai masyarakat mandi-mandi di jalan, insyaallah setelah diperbaiki tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    • Pesan Tegas Gubernur di Groundbreaking: Drainase Buruk Bikin Jalan Cepat Rusak

    Terkini