Morallampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan dua anak Harimau Sumatera bernama Puspa dan Muli Sikop di Taman Satwa Lembah Hijau, Jumat (22/5/2026).
Dua anak harimau betina tersebut lahir pada 14 Februari 2026 dari pasangan Harimau Sumatera Kyai Batua dan Sinta.
Kelahiran satwa langka itu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Lampung Komisi II, Fauzi Heri.
Menurut Fauzi, kunjungan Gubernur Mirza ke Lembah Hijau menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata berbasis konservasi di Lampung.
“Ini tentu menambah daya tarik orang berkunjung ke Lampung. Lembah Hijau bisa menjadi destinasi unggulan, walaupun masih bertahap menuju konsep seperti taman safari,” kata Fauzi.
Namun demikian, ia menegaskan pengembangan wisata satwa harus tetap mengedepankan prinsip konservasi, bukan semata hiburan atau kepentingan ekonomi.
“Basisnya harus konservasi dulu. Jangan sampai satwa hanya jadi tontonan seperti hewan sirkus. Lingkungan dan habitatnya harus dipenuhi,” tegasnya.
Fauzi menjelaskan, pengelolaan Lembah Hijau sebagai kawasan milik swasta tetap menjadi tanggung jawab utama pengelola. Meski demikian, pemerintah dinilai dapat hadir melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mendorong adanya kerja sama antara pengelola dengan BKSDA, dokter hewan, akademisi, hingga lembaga konservasi untuk memastikan kesejahteraan satwa tetap menjadi prioritas.
Selain itu, pengembangan wisata edukasi bagi keluarga dan pelajar juga dinilai penting agar memberikan pemahaman tentang konservasi satwa liar.
“Ke depan, pengembangannya harus terukur, termasuk penguatan dampak ekonomi bagi UMKM, peternak pakan, transportasi, hingga sektor pariwisata sekitar,” ujarnya.
Fauzi juga menekankan perlunya roadmap jangka panjang apabila Lembah Hijau ingin dikembangkan menjadi destinasi wisata satwa terpadu di Lampung.
“Harus ada peta jalan yang jelas, dari hulu ke hilir, supaya ekosistem wisata konservasi ini sehat, aman, edukatif, dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait langkah lanjutan, Komisi II DPRD Lampung berencana menggelar rapat dengar pendapat bersama dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan.
“Jangan sampai momentum ini hanya jadi kabar baik sesaat. Harus ada tindak lanjut program yang konkret,” katanya.
Fauzi turut mengapresiasi langkah Gubernur Mirza dalam membenahi infrastruktur, khususnya akses menuju destinasi wisata di Lampung.
Menurut dia, peningkatan infrastruktur akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi daerah.
“Kalau akses bagus, orang datang, belanja di Lampung, UMKM tumbuh. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat menambah jumlah penerbangan di Bandara Radin Inten II guna mendukung sektor pariwisata, terlebih menjelang agenda besar seperti Pekan Olahraga Nasional XXIII 2032.
“Penerbangan masih terbatas. Kita harap bisa ditambah, apalagi menjelang PON 2032, supaya ekosistem pariwisata Lampung semakin kuat,” pungkasnya.(*)

