• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sektor Jasaboga Bukan Urusan Perut Semata, Bagi Pemprov Lampung Dampak Ekonominya Luar Biasa!

    Redaksi
    Last Updated 2026-01-22T03:27:21Z

     

    Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto. Foto: Istimewa

    Morallampung.com — Pemerintah Provinsi Lampung sadar betul bahwa korelasi jasaboga dengan pembangunan daerah tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakatnya.

     

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai dampak ekonomi dari sektor jasaboga dan kuliner memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat, pengembangan pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

     

    Pesan itu disampaikan lewat Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, pada Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Lampung periode 2026–2031 di Graha Pattimura Resto, Rabu (21/1/2026).

     

    Menurut Bani, pembangunan seringkali dipersepsikan sebatas jalan, jembatan, atau gedung. Padahal, aspek paling mendasar dalam kehidupan masyarakat adalah ketersediaan makanan yang sehat dan aman.

     

    “Kalau bicara pembangunan, yang terbayang biasanya jalan mulus atau gedung tinggi. Padahal, urusan perut adalah hal paling dasar. Di sinilah peran APJI sangat penting sebagai mitra pemerintah untuk memastikan masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi, dan aman,” ujar Bani.

     

    Gubernur juga menyoroti perubahan tren pariwisata yang kini menempatkan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama. Menurutnya, kualitas makanan dan pelayanan jasaboga berpengaruh besar terhadap citra daerah di mata wisatawan.

     

    “Sekarang wisatawan datang ke suatu daerah, yang ditanyakan pertama sering kali bukan objek wisatanya, tapi di mana tempat makan enak. Karena itu, APJI diharapkan mampu menjadi motor penggerak UMKM kuliner Lampung agar naik kelas, lebih profesional, melek teknologi, namun tetap menjaga kualitas dan kebersihan,” lanjutnya.

     

    Di moment itu Pemprov Lampung juga memberikan apresiasi atas kontribusi APJI dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Peran APJI dalam pelatihan dan pendampingan pengelola dapur dinilai strategis dalam menyiapkan generasi muda yang sehat dan berkualitas.

     

    Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki, secara resmi melantik Yunnatan Wijaya sebagai Ketua DPD APJI Lampung beserta jajaran pengurus untuk masa bakti 2026–2031.

     

    Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekubang.

    Gubernur berpesan agar APJI dikelola layaknya sebuah masakan, di mana seluruh unsur harus saling melengkapi untuk menghasilkan kualitas terbaik.

     

    “Saya yakin dengan kepengurusan baru ini, APJI Lampung akan semakin solid, semakin terasa manfaatnya di tengah masyarakat, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung,” kata Bani menutup sambutan.

     

    Sementara itu, Tashya Megananda Yukki menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal pengabdian strategis APJI bagi pembangunan daerah dan nasional.

     

    Ia menyebut APJI saat ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

     

    “APJI dipercaya oleh Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan untuk melatih 32.000 Sarjana Penggerak Pembangunan yang kini menjadi pimpinan Satuan Pelayanan Program Gizi atau Dapur MBG di seluruh Indonesia. Untuk itu, kami menurunkan sekitar 500 trainer dari anggota APJI,” ujar Tashya.

     

    Guna memastikan standar keamanan pangan, APJI juga membentuk Satuan Tugas MBG yang bertugas memberikan pendampingan teknis lanjutan terkait manajemen katering industri, higienitas, dan sanitasi dapur.

     

    “Yang kita beri makan adalah anak-anak penerus bangsa. Karena itu, kami merasa bertanggung jawab membekali para relawan dengan pengetahuan teknis yang memadai,” katanya.

     

    Tak hanya fokus pada program gizi nasional, APJI juga berkomitmen membantu UMKM kuliner daerah untuk naik kelas.

     

    Salah satunya dengan menyediakan fasilitas desain kemasan gratis bagi produk anggota yang lolos kurasi agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

     

    Tashya menyebut peluang ekspor terbuka lebar, termasuk melalui jaringan toko APJI yang telah hadir di Amsterdam, Belanda.

     

    “Masyarakat di Belanda sangat menyukai keripik pisang. Lampung adalah sentra keripik pisang. Ini peluang besar untuk dikurasi, diperbaiki kemasannya, dan dipasarkan ke sana,” pungkasnya. (C1/red)

    Komentar

    Tampilkan

    • Sektor Jasaboga Bukan Urusan Perut Semata, Bagi Pemprov Lampung Dampak Ekonominya Luar Biasa!

    Terkini