![]() |
| Andra Matin (Arsitek) |
Morallampung — Pengembangan kawasan dan ruang publik di Kabupaten Lampung Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk mengangkat karakter alam dan budaya lokal melalui pendekatan arsitektur dan landscape yang lebih modern.
Salah satu nama arsitek Indonesia digadang-gadang akan menangani proyek prestisius di Lampung Selatan adalah Andra Matin, arsitek yang dikenal melalui karya-karyanya yang mengedepankan kesederhanaan bentuk, penggunaan material secara jujur, serta hubungan yang kuat antara bangunan dan lingkungan.
Pendekatan tersebut menjadi relevan untuk Lampung Selatan yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari kawasan pesisir, perbukitan, perkebunan hingga ruang-ruang dengan potensi wisata dan ekonomi masyarakat.
Jejak Andra Matin di Provinsi Lampung
Nama Andra Matin bukanlah sesuatu yang asing dalam perkembangan arsitektur di Provinsi Lampung.
Salah satu karya yang paling dikenal adalah kawasan Islamic Center Tulang Bawang Barat (Tubaba). Kawasan tersebut mencakup Masjid Baitus Shobur atau Masjid 99 Cahaya serta Balai Sessat Agung Bumi Gayo.
Karya tersebut memperlihatkan bagaimana arsitektur kontemporer dapat dipadukan dengan identitas dan nilai budaya lokal Lampung.
![]() |
| Masjid di Tubaba merupakan karya dari Andra Matin |
Pendekatan AndraMatin di Tubaba tidak semata-mata menghadirkan bangunan dengan bentuk yang menarik. Ruang terbuka, hubungan antarbangunan, material, vegetasi dan aktivitas masyarakat menjadi bagian dari pengalaman kawasan secara keseluruhan.
Konsep tersebut kemudian berkembang pada sejumlah fasilitas publik lainnya di Tubaba, termasuk Pasar Pulung Kencana.
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan sebuah kawasan dapat diarahkan untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsi, tetapi sekaligus membangun identitas visual dan karakter suatu daerah.
Bukan Meniru, tetapi Mengambil Prinsip
Jika pendekatan tersebut diterapkan di Lampung Selatan, bukan berarti daerah harus meniru bentuk bangunan karya Andra Matin.
Justru yang lebih penting adalah mengambil prinsip desainnya.
Landscape dapat dirancang dengan mempertahankan sebanyak mungkin vegetasi yang telah ada. Pohon-pohon besar dapat menjadi bagian dari struktur kawasan, sementara jalur pedestrian, plaza dan bangunan menyesuaikan dengan kondisi alam.
Pendekatan seperti ini dapat menciptakan ruang yang terasa lebih alami dan tidak kehilangan karakter lingkungan.
Penggunaan material seperti beton ekspos, batu alam, kayu dan baja juga dapat menjadi pilihan untuk menciptakan karakter modern sekaligus tetap menyatu dengan lingkungan tropis Lampung.
Potensi Landscape Lampung Selatan
Lampung Selatan memiliki modal alam yang kuat untuk dikembangkan menjadi ruang publik dengan karakter tersendiri.
Kawasan landscape dapat dirancang tidak hanya sebagai taman, tetapi sebagai ruang yang menggabungkan fungsi sosial, ekonomi, budaya dan pariwisata.
Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui sejumlah elemen seperti area kedatangan atau arrival plaza, jalur pedestrian, taman tropis, ruang komunal, pavilion budaya, area kuliner dan UMKM, taman air hingga ruang terbuka untuk berbagai kegiatan masyarakat.
![]() |
| Bundaran Simpur Lampung Selatan |
Apabila berada di lokasi yang memiliki pemandangan laut, gunung atau bentang alam lainnya, potensi tersebut juga dapat dijadikan bagian utama dari desain.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat bangunan, tetapi juga mendapatkan pengalaman ketika berjalan, duduk, berkumpul dan menikmati lingkungan.
Membangun Identitas Lampung Selatan
Pengalaman Tubaba memberikan sebuah pelajaran bahwa pembangunan kawasan dapat menjadi bagian dari pembentukan identitas daerah.
Lampung Selatan pun memiliki kesempatan untuk mengembangkan pendekatan serupa dengan karakter yang berbeda dan sesuai dengan potensi wilayahnya.
Budaya Lampung tidak harus selalu diterjemahkan melalui ornamen tradisional. Identitas lokal dapat hadir melalui pola ruang, skala bangunan, material, vegetasi, ruang komunal maupun cara manusia berinteraksi dengan kawasan.
Pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif dalam membangun ruang publik yang lebih modern namun tetap memiliki akar pada karakter daerah.
Pada akhirnya, pembangunan landscape di Lampung Selatan diharapkan tidak berhenti pada penciptaan taman yang indah secara visual. Lebih jauh, kawasan tersebut dapat menjadi ruang hidup bagi masyarakat, tempat berkumpul, berinteraksi, mengembangkan kegiatan ekonomi, sekaligus memperkuat identitas Lampung Selatan.
Dengan memanfaatkan kekuatan alam, budaya dan potensi lokal, Lampung Selatan memiliki peluang untuk menghadirkan landscape yang bukan hanya menarik secara desain, tetapi juga memiliki nilai sosial dan menjadi kebanggaan masyarakat daerah. (*)




