• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kebakaran Seperti Rutinitas di Way Kambas, Abas: Penyebabnya Harus Diungkap

    Redaksi
    Last Updated 2026-08-23T07:23:48Z



    Morallampung – Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Sabtu (22/8/2026). Peristiwa yang berulang setiap tahun tersebut mendorong Komisi II DPRD Provinsi Lampung meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.


    Ketua Komisi II DPRD Lampung mengatakan, upaya petugas gabungan dalam menangani kebakaran patut diapresiasi. Namun, penanganan kebakaran tidak seharusnya berhenti pada pemadaman ketika api sudah membesar.


    Menurutnya, kebakaran yang terus berulang menjadi indikasi bahwa langkah pencegahan perlu diperkuat, terutama pada kawasan yang selama ini diketahui memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.


    “Kalau setiap tahun kita kembali menghadapi kebakaran, jangan hanya sibuk memadamkan apinya. Kita harus mencari akar persoalannya dan membangun sistem agar kebakaran bisa dicegah sejak dini,” ujarnya Minggu (23/8/2026).


    Ia mendorong penguatan sistem deteksi dini serta patroli secara berkala di titik-titik yang rawan terjadi kebakaran. Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk mempercepat pemantauan dan mengetahui potensi munculnya titik api.


    Teknologi seperti drone dan pemantauan hotspot, kata dia, dapat dimaksimalkan sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat sebelum meluas dan sulit dikendalikan.


    Selain penguatan teknologi dan personel, keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan TNWK juga perlu ditingkatkan. Desa-desa penyangga dinilai memiliki peran penting dalam upaya pencegahan karena masyarakat menjadi pihak yang paling dekat dengan kawasan konservasi.


    Kelompok masyarakat peduli api dapat diperkuat melalui pembinaan, pelatihan, serta dukungan sarana dan prasarana untuk membantu melakukan pemantauan dan pencegahan kebakaran.


    “Way Kambas bukan sekadar hutan. Di dalamnya ada ekosistem dan habitat satwa yang harus kita lindungi. Jangan sampai kerusakan terus berulang karena kita hanya menggunakan pendekatan pemadaman,” katanya.


    Menurutnya, penyebab setiap kejadian kebakaran juga harus diungkap secara serius. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, aktivitas manusia, kelalaian, maupun adanya unsur kesengajaan.


    Jika dalam penyelidikan ditemukan adanya unsur kesengajaan, ia meminta proses penegakan hukum dilakukan secara tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.


    Komisi II DPRD Lampung, lanjutnya, akan mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek penanganan kebakaran di TNWK.


    Evaluasi tersebut meliputi pemetaan titik rawan kebakaran, kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, kecukupan personel, dukungan anggaran, hingga pola patroli dan pencegahan kebakaran di kawasan konservasi.


    Ia menilai penanganan kebakaran Way Kambas membutuhkan koordinasi lintas pihak, tidak hanya mengandalkan pengelola kawasan. Pemerintah daerah, pengelola TNWK, aparat penegak hukum, masyarakat desa penyangga, serta pihak terkait lainnya perlu memiliki pola kerja yang terintegrasi.


    “Kita harus mengubah paradigma dari ‘api muncul baru dipadamkan’ menjadi ‘potensi kebakaran dideteksi dan dicegah sebelum membesar’. Kebakaran tahun ini harus menjadi momentum untuk memutus siklus kebakaran Way Kambas yang terus berulang,” tegasnya.


    Dengan penguatan sistem pencegahan, Komisi II berharap kejadian kebakaran di TNWK dapat ditekan dan kelestarian kawasan konservasi beserta habitat satwa di dalamnya tetap terjaga. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    • Kebakaran Seperti Rutinitas di Way Kambas, Abas: Penyebabnya Harus Diungkap

    Terkini