• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DPRD Lampung Peringatkan Dapur MBG Tak Abaikan Limbah dan Kebersihan

    Redaksi
    Last Updated 2026-04-25T12:56:49Z

     


    Morallampung – Anggota DPRD Lampung, Andika Wibawa, menyoroti pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih perlu banyak pembenahan, terutama terkait kebersihan, kualitas makanan, hingga pengolahan limbah.


    Hal itu disampaikan Andika usai menerima berbagai laporan dari masyarakat saat turun ke daerah pemilihan (dapil), termasuk keluhan terkait dapur MBG yang beroperasi di lingkungan permukiman warga.


    Menurutnya, salah satu persoalan mendasar adalah kualitas air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan. Ia menekankan pentingnya penggunaan filter air sebelum digunakan, terutama jika sumber air berasal dari sumur.


    “Air itu harus difilter dulu. Apalagi kalau sumbernya dekat laut atau air payau. Filter ini penting untuk menyaring kotoran atau kandungan berbahaya seperti timbal, sehingga air yang digunakan benar-benar higienis,” ujarnya.


    Selain itu, Andika juga mengingatkan agar posisi sumur tidak berdekatan dengan instalasi pembuangan limbah (IPAL). Ia khawatir rembesan limbah dapat mencemari sumber air bersih warga.


    “Kita tidak pernah tahu, meski sudah dicor, tetap ada potensi rembesan. Kalau sumur terlalu dekat dengan IPAL, ini berisiko mencemari air yang dipakai,” jelasnya.


    Tak hanya dari sisi air, ia juga menyoroti ketahanan makanan yang disiapkan dapur MBG. Menurutnya, makanan yang dimasak pada dini hari dan baru didistribusikan pagi hari harus dipastikan masih layak konsumsi.


    “Makanan itu ada batas ketahanannya. Misalnya sayur tumis hanya tahan beberapa jam. Jangan sampai makanan yang sudah tidak layak tetap dibagikan ke anak-anak, karena bisa menyebabkan sakit perut,” katanya.


    Ia menambahkan, peran ahli gizi sangat penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum didistribusikan.


    Dalam hal kebersihan dapur, Andika menilai masih banyak dapur MBG yang belum memenuhi standar. Ia meminta adanya tim khusus yang bertugas menjaga kebersihan secara berkala.


    “Kebersihan ini krusial. Lantai, peralatan, semua harus benar-benar bersih. Jangan hanya terlihat bersih, tapi harus higienis,” tegasnya.


    Keluhan warga juga muncul terkait operasional dapur MBG yang berada di lingkungan permukiman. Beberapa warga mengeluhkan kebisingan, terutama saat proses pencucian ompreng yang dilakukan di luar ruangan pada malam hari.


    “Ompreng itu dicuci di luar, jadi berisik dan juga berpotensi tercemar. Harusnya semua proses dilakukan di dalam ruangan yang tertutup,” ujarnya.


    Masalah lain yang tak kalah penting adalah pengelolaan limbah. Andika menegaskan bahwa sistem IPAL tidak boleh dibuat sembarangan dan harus mengikuti prosedur yang benar.


    “IPAL itu ada tahapannya, dari pemisahan lemak, penyaringan, sampai air keluar dalam kondisi bersih. Bahkan idealnya ada lampu UV untuk membunuh kuman sebelum dibuang ke lingkungan,” jelasnya.


    Ia pun mendorong agar pengelola dapur MBG segera melakukan perbaikan jika masih ditemukan kekurangan, mengingat program tersebut merupakan program nasional yang akan terus dievaluasi.


    “Kalau memang belum sesuai standar, segera diperbaiki. Ke depan, bisa saja dapur yang tidak memenuhi protap akan ditutup,” tegas Andika.


    Meski demikian, ia juga mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara proporsional dan tidak merugikan pihak pengelola yang sudah berupaya menjalankan program dengan baik.


    “Kalau ada kekurangan, kita beri teguran dan kesempatan untuk memperbaiki. Tapi kalau sudah berkali-kali tidak ada perubahan, barulah bisa disuspend atau ditutup,” pungkasnya. (rip)

    Komentar

    Tampilkan

    • DPRD Lampung Peringatkan Dapur MBG Tak Abaikan Limbah dan Kebersihan

    Terkini