• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banjir di Bandarlampung Telan Korban Jiwa, Peringatan Keras untuk Pemerintah Kota

    Redaksi
    Last Updated 2026-04-15T01:32:41Z



    Morallampung - Bencana banjir yang melanda Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026) malam memakan korban jiwa. Seorang perempuan, Dewi Melani (34), warga RT 06 Lingkungan 1, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumahnya akibat tanggul jebol.


    Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban tidak sempat menyelamatkan diri saat banjir bandang menerjang.


    “Korban meninggal dunia karena terjebak di dalam rumah. Tanggul setinggi sekitar 3 meter yang berada dekat rumahnya jebol dan langsung menghantam bangunan,” kata Budi, Selasa malam.


    Menurutnya, posisi rumah yang berada di dekat aliran sungai membuat korban tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri, bahkan untuk naik ke lantai atas rumahnya.


    “Di dalam rumah ada orang tua, suami, dan anak-anaknya. Namun korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ujarnya.



    Banjir Lumpuhkan Kota, Titik Vital Terendam


    Hujan deras disertai petir dan angin kencang sejak sore hari membuat sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung lumpuh. Genangan air merendam jalan protokol hingga permukiman warga.


    Beberapa titik terdampak parah di antaranya kawasan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.


    Di Jalan Raden Inten, arus lalu lintas tersendat akibat genangan. Kondisi serupa terjadi di Jalan Ratulangi, kawasan samping Kodam Raden Inten, serta Jalan Sultan Agung, Way Halim, yang nyaris tak bisa dilalui kendaraan.


    Wilayah lain seperti Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, kembali menjadi langganan banjir.


    Berdasarkan data BMKG Lampung, curah hujan tercatat mencapai 23,2 mm dengan status waspada. Hampir seluruh kecamatan di Bandar Lampung masuk dalam zona rawan banjir.


    BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi genangan di wilayah dataran rendah, terutama pada daerah dengan sistem drainase buruk.



    APBD Triliunan Disorot, Warga Sindir Kebijakan


    Di tengah bencana yang kembali berulang, sorotan tajam justru datang dari masyarakat. Berdasarkan APBD Perubahan 2025, pendapatan daerah Kota Bandar Lampung mencapai Rp3,315 triliun, dengan belanja daerah sebesar Rp3,248 triliun.


    Namun, penggunaan anggaran tersebut kini dipertanyakan publik, terutama setelah muncul isu alokasi untuk kegiatan yang dinilai tidak prioritas, seperti umrah.


    Kekecewaan warga pun ramai diluapkan di media sosial.


    “Suruh umrah saja banjirnya, bunda,” tulis salah satu komentar warga yang viral.


    Sindiran ini mencerminkan kegelisahan masyarakat yang menilai pemerintah daerah belum serius menangani persoalan klasik seperti banjir, drainase, dan tata kota.


    Peringatan Keras untuk Pemerintah Kota


    Banjir yang terus berulang, ditambah jatuhnya korban jiwa, menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dengan anggaran triliunan rupiah, publik menuntut langkah konkret, bukan sekadar respons darurat setiap kali bencana terjadi.


    Perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga penataan kawasan rawan banjir dinilai harus menjadi prioritas utama.


    BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memperparah kondisi.


    Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, hujan deras masih mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Bandar Lampung, dengan ancaman banjir susulan yang masih mengintai. (rip)

    Komentar

    Tampilkan

    • Banjir di Bandarlampung Telan Korban Jiwa, Peringatan Keras untuk Pemerintah Kota

    Terkini