Morallampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung masih mengkaji kebijakan work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah efisiensi energi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan pada prinsipnya Pemprov Lampung masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut.
“Pada prinsipnya kita masih menunggu regulasi resminya. Tentunya jika sudah ada kebijakan dan regulasinya, kita akan mengikuti,” kata Marindo.
Ia menyebut, apabila kebijakan WFH atau WFA diterapkan, Pemprov Lampung optimistis akan terjadi penghematan, terutama pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
“Dengan adanya kebijakan itu, kita optimis akan ada penghematan seperti BBM dan listrik,” ujarnya.
Namun demikian, terkait berapa besar efisiensi yang bisa diperoleh dari penerapan WFH atau WFA, Marindo mengatakan hal tersebut masih dalam tahap perhitungan.
“Nanti kita kalkulasi berapa penghematannya,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya transformasi kendaraan dinas dari yang menggunakan BBM ke kendaraan listrik, Marindo menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan ke arah tersebut.
“Untuk kendaraan dinas sampai saat ini belum ada yang listrik. Tapi silakan saja jika masyarakat atau ASN menggunakan kendaraan listrik, tidak ada tekanan khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Pemprov Lampung saat ini masih bersifat pilihan pribadi dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah daerah.(*)

