• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Pelajar Menentang Maut Gegara Jembatan Way Bungur tak Kunjung Dibangun, DPRD Lampung Tunggu Campur Tangan Pusat

    Redaksi
    Last Updated 2026-02-02T13:32:17Z



    Morallampung – Video pelajar yang harus menyeberangi Sungai Way Bungur menggunakan perahu kecil untuk berangkat ke sekolah kembali viral di media sosial.


    Dalam rekaman tersebut terlihat para siswa berseragam sekolah, bahkan sebagian membawa sepeda motor, mengantre di tepian sungai di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, sebelum menyeberang satu per satu.


    Kondisi itu disebut telah berlangsung bertahun-tahun lantaran belum tersedianya jembatan penghubung yang layak di wilayah tersebut.


    Anggota DPRD Lampung, Yusnadi, mengatakan persoalan penyeberangan Sungai Way Bungur sejatinya sudah lama disampaikan ke berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga pusat.


    Ia mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah anggota dewan juga pernah turun langsung meninjau lokasi penyeberangan sungai tersebut.


    “Dari kabupaten, provinsi, sampai kami di DPRD sudah pernah ke sana. Untuk pengajuan agar ditangani kementerian juga sudah lama dilakukan,” kata Yusnadi, Senin (2/2/2026).


    Menurut Yusnadi, surat permohonan pembangunan jembatan permanen telah dikirimkan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait sejak lebih dari enam bulan lalu.


    Bahkan, dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, dinas teknis disebut telah memastikan bahwa usulan pembangunan jembatan tersebut sudah masuk dan diproses di tingkat kementerian.


    “Sekarang kita menunggu proses dari kementerian. Karena memang kalau mengandalkan APBD, rasanya tidak mungkin,” ujarnya.


    Sebagai solusi sementara, Yusnadi menyebut pemerintah merencanakan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih.


    Opsi tersebut dinilai bisa menjadi jalan keluar sementara sambil menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.


    “Yang sementara dulu bisa dibangun jembatan Merah Putih. Tapi tentu harapannya yang permanen tetap harus dibangun,” katanya.


    Ia menambahkan, jalur penyeberangan Sungai Way Bungur itu melayani sedikitnya dua desa dengan satu lokasi sekolah yang sama, sehingga setiap hari ratusan pelajar harus melintasi sungai menggunakan perahu kecil.


    Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan anak-anak sekolah.


    “Kondisinya memang memprihatinkan. Anak-anak tiap hari pakai perahu,” ucapnya.


    Yusnadi berharap seluruh pihak dapat mengawal proses pembangunan tersebut hingga benar-benar terealisasi, baik jembatan sementara maupun permanen, agar akses pendidikan masyarakat tidak lagi bergantung pada penyeberangan sungai yang beriko. (C1/red)

    Komentar

    Tampilkan

    • Pelajar Menentang Maut Gegara Jembatan Way Bungur tak Kunjung Dibangun, DPRD Lampung Tunggu Campur Tangan Pusat

    Terkini