• Jelajahi

    Copyright © moral lampung
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Cerita Manis Sepanjang Tahun 2025, Investasi Lampung Tembus Rp15,1 Triliun

    Redaksi
    Last Updated 2026-01-28T13:32:22Z

     


    Morallampung- Lonjakan realisasi investasi di Provinsi Lampung sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bangkitnya ekonomi daerah pascapandemi sekaligus mencerminkan mulai meratanya pembangunan antarwilayah.

    Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi Lampung, total realisasi investasi Januari–Desember 2025 mencapai Rp15,195 triliun atau 141,2 persen dari target Rp10,760 triliun. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi Lampung dalam lima tahun terakhir.

    Kepala DMPTSP Provinsi Lampung, Samsurijal, mengatakan capaian tersebut tidak hanya menunjukkan meningkatnya minat investor, tetapi juga menandai pulihnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Lampung.

    “Di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya stabil, Lampung justru mampu melampaui target investasi. Ini menunjukkan kepercayaan investor mulai kembali menguat,” ujar Samsurijal, Selasa (27/1/2026).

    Ia menjelaskan, tren positif ini menjadi titik balik setelah investasi di Lampung sempat berfluktuasi pada periode pascapandemi Covid-19.

    Menurutnya, penguatan investasi juga dipengaruhi oleh kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dinilai aktif membangun komunikasi langsung dengan investor serta mendorong perbaikan iklim usaha di daerah.

    “Pemerintah provinsi berupaya memastikan Lampung menjadi daerah yang ramah, terbuka, dan kompetitif bagi investor,” katanya.

    Dari sisi sektor usaha, industri makanan masih menjadi tulang punggung investasi Lampung dengan nilai Rp4,049 triliun. Namun demikian, sektor lain seperti pertambangan, listrik, gas dan air, perdagangan, serta sektor pertanian juga menunjukkan kontribusi signifikan.

    Samsurijal menilai komposisi tersebut mencerminkan struktur ekonomi Lampung yang mulai bergerak seimbang antara sektor industri, energi, dan pertanian.

    “Ini penting karena menunjukkan investasi tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi menyebar ke sektor-sektor produktif lainnya,” ujarnya.

    Dari sisi kewilayahan, Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan masih menjadi magnet utama investasi. Namun capaian persentase tertinggi justru dicatat Kabupaten Tanggamus yang mampu merealisasikan investasi hingga 300 persen dari target.

    “Ini menandakan investasi tidak lagi terpusat di wilayah tertentu saja, tetapi mulai menjangkau daerah lain,” jelas Samsurijal.

    Secara kumulatif, realisasi investasi 2025 mampu menyerap 24.097 tenaga kerja Indonesia. Dampak ini dinilai langsung dirasakan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

    Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan kontribusi lebih dari 83 persen, sementara PMA berada di kisaran 16 persen.

    Ke depan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan realisasi investasi 2026 berada di kisaran Rp13–14 triliun. Target tersebut disesuaikan dengan kondisi ekonomi serta mempertimbangkan keberlanjutan proyek-proyek investasi yang telah berjalan.

    Selain itu, tindak lanjut dari Forum Investasi Lampung (FOILA) di Jakarta juga diharapkan menjadi motor baru masuknya investasi, khususnya di sektor energi dan teknologi.

    “Investasi memang tidak bisa instan, tetapi kami optimistis Lampung tetap menjadi daerah yang menjanjikan bagi investor,” pungkas Samsurijal. (C1/red)

    Komentar

    Tampilkan

    • Cerita Manis Sepanjang Tahun 2025, Investasi Lampung Tembus Rp15,1 Triliun

    Terkini