Morallampung - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) malam. Suara dentuman dan gemuruh akibat aktivitas erupsi juga masih terdengar.
Pantauan Morallampung.com hingga pukul 21.30 WIB, hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terasa di Lampung Selatan dan sekitarnya.
Dari pos pemantauan, terlihat kilatan api berwarna merah yang keluar dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas tersebut menjadi tanda erupsi masih berlangsung hingga malam hari.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya juga dilaporkan berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam. Erupsi disertai suara dentuman atau gemuruh yang terdengar dari sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.
Laporan terbaru menunjukkan aktivitas erupsi masih terpantau pada Sabtu malam. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada level III atau siaga. Informasi terkini yang dihimpun juga menyebutkan masyarakat dan wisatawan diminta tetap memperhatikan arahan petugas serta tidak mendekati kawasan berbahaya.
Di tengah aktivitas erupsi, situasi di kawasan pesisir Anyer dan Carita, Banten, hingga Sabtu malam masih terpantau kondusif dan aman.
Warga di kawasan pesisir masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pemerintah dan petugas terkait terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunung api.
Masyarakat juga diimbau tidak panik serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan mengenai status dan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya merujuk pada informasi resmi dari lembaga berwenang. (*)

